Translate

Thursday, 13 August 2015

Tawa TerakhirMu

Dari jauh ku lihat engkau tertawa,
Kelihatan wajahmu sangat gembira,
Dengan hati dan jiwa yang membara,
Ternyata engkau sangat mempesona.

Sayangku..
Tika suatu saat nanti nikmat itu hilang,
Ta'kan mungkin ada lagi pembayang,
Kita bisa bersama sambil bersayang,
Di bawah rimbunan cahaya yang terang.

Sayangku..
Detik demi detik,kita semakin berjauhan,
Sehinggakan jiwa dan raga tak tertahan,
Umpama bergugurannya dahan,
Seperti juga putusnya segala jalan.

Sayangku..
Perit jiwa ini tanpamu disisi,
Engkau pergi dan aku tangisi,
Hidup ini terlalu sangat obsesi,
Dirimu pergi meninggalkan diri ini.

Sayangku..
Aku hanya mampu melihat tawa terakhirmu,
Semoga nanti kita akan bersatu,
Bersatu dalam alam yang kekal abadi,
Tunggu aku sayangku..jangan tinggalkan aku.

Sunday, 2 August 2015

Aku Jatuh Hati Padamu

Kali pertama ku tatap wajahmu,
Jiwaku gusar,hatiku terkedu,
Perasaan dan sayang datang bertalu,
Ternyata aku jadi seorang perindu.
Melihat akan dikau hati terpesona,
Jiwa tenteram,qalbu ini bergelora,
Aku asyik terperangkap dalam suasana,
Apakan tidak,wajahmu mempesona.
Segenap masa wajamu hadir dalam diri,
Sukarnya untuk daku bersendiri,
Daku sentiasa membawa hati,
Agar kubisa,sentiasa mendekati.
Engkau dikenali,sedangkan aku tidak,
Adakah peluang untuk kita bertemu,
Tolonglah perasaan,segera datang padaku,
Engkau jauh,adakah bisa bertemu,
Kalau dapat,bilakah masanya?,
Aku merinduimu,
Semoga dikau juga begitu,
Syukurlah,perasaan itu hadir.